Tektonik lempeng merupakan teori
dan studi tentang terbentuknya lempeng, pergerakan, dan pengaruhnya bagi
geografi bumi. Seiring waktu, lempeng-lempeng bergerak semakin menjauh,
atau bertemu dan sepanjang sisi pertemuan saling menggesek, atau lebih
dari itu bertubrukan dan saling menunjam. Dalam semua aktivitas itu,
proses tersebut membantu pembentukan rupa permukaan bumi. Batas antara
dua lempeng dikenal sebagai sesar (patahan) atau garis sesar. Biasanya
pada daerah sesar ini, pada bagian kerak yang lunak atau berada dibawah
tekanan yang hebat, terdapat banyak gunungapi dan sering terjadi gempa.
Menurut teori Lempeng Tektonik,
lapisan terluar bumi kita terbuat dari suatu lempengan tipis dan keras
yang masing-masing saling bergerak relatif terhadap yang lain. Gerakan
ini terjadi secara terus-menerus sejak bumi ini tercipta hingga
sekarang. Teori Lempeng Tektonik muncul sejak tahun 1960-an, dan hingga
kini teori ini telah berhasil menjelaskan berbagai peristiwa geologis,
seperti gempa bumi, tsunami, dan meletusnya gunung berapi, juga tentang
bagaimana terbentuknya gunung, benua, dan samudra.