Beberapa Teori Para Ahli Yang Membenarkan Terjadinya Kiamat


Teori Edwin P. Hubble

Pada tahun 1925 dia mengeluarkan teori :
"The Expanding Univers" yang inti teori tersebut ialah alam semesta gerakannya mengembang. Sudah banyak para sarjana astronomi mengamati dan meramalkan alam yang terus-menerus mengembang. Pengembangan ini gejala alam dan hukum sebab akibat , sebab mengembak makan akibatnya lama kelamaan meletus. Persis seperti anak kecil yang meniup balon. Demikian juga adanya alam ini, Diakibatkan pengembangan tiap masa tanpa kontrol kekuatan tinggi, akan meledaklah alam ini.

Buku "The Creation Of The Univers"


Buku ini ditulis oleh Sarjana Astronomi George Ganouw, diantara tulisannya yang terdapat pada buku ini salah antara lain mengutarakan perluasan-perluasan baru menurut horison yang ada, akan mencuat pandangan baru pula, bahwa seluruh alam semesta yang terdiri dari milyaran galaxi adalah keadaannya selalu mengembang. Dimana seluruh anggota-anggotanya terbang saling menjauhi dengan gerakan yang sangat cepat.

Para sarjana meneliti adanya kosmos, kosmos adalah benda langit yang sangat besar dan tak bertepi, bentuknya pipih, bundar dan cekung. Dalam kosmos memuat beberapa galaxi, dan di dalam galaxi memuat milyaran bintang-bintang, planet, dan satelit, termasuk matahari kita dan bintang dan satelit sekitarnya yang mengelilingi planet adalah dalam satu galaxi. Bisa di bayangkan betapa besarnya kosmos-kosmos yang memuat galaxi. Jadi galaxi di sini berjumlah milyaran, maka sungguh besar sekali alam raya ini dan sangat agung ciptaan Tuhan.

Teori Prof. George Ganouw

Teori ini menandaskan mengenai sinar matahari dan bintang; kenapa benda itu bersinar ! Dari mana bahan bakarnya ! Ataukah ia bisa bersinar tanpa bahan bakar ! Namun yang jelas menurut bapak profesor, suatu saat sinat matahari akan kehabisan bahan bakarnya, sejenak tiba-tiba sangat terang dan panas. Tapi keadaan ini tidak berlangsung lama, karena setelah tingkat panas terlalu tinggi, lalu berangsur-angsur turun hinggu mencapai 0 derajat celcius.

Oleh dunia, profesor Ganouw lebih di percaya, sebab dengan teorinya ia di sertai dengan pembuktian-pembuktian. Pada mulanya hasil penelitian menyatakan bahwa sinar matahari berasal dari proses penyejukan zat tertentu. Suatu zat yang di proses sampai pada titik sejuk 0 derajat, sudah jelas pada mulanya berasal dari zat yang sangat panas. Zat panas itu sangat awet dan lama kelamaan pertahanan panasnya perlahan-lahan luntur. Ini yang di maksud proses penyejukan. Namun bila matahari proses panasnya dengan cara awam demikian, jelas panas matahari sudah padam sejak beratus tahun yang lalu. Untuk itulah sang profesor memproklamirkan pendapatnya ini dengan pendapat yang baru, dimana pendapat yang dulu sangat tidak benar.

Sekitar tahun 40-an, 3 tahun setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, sang profesor menghapus pendapat yang lama dengan pendapat bahwa; "Panas matahari yang memancar bertahan sampai sekarang tidak berasal dari proses penyejukan, melainkan berasal dari proses pemecahan unsur-unsur tertentu, terutama unsur H2O (air). "Karena dengan proses inilah sehingga panas matahari bertahan sampai sekarang."

Hukum yang dikeluarkan sang profesor, bahwa suatu saat matahari akan padam, sudah terbukti pecahan-pecahan unsur yang mengakibatkan matahari semakin suram. Pada tahun 1973, para ahli di Amerika mengetahui adanya penemuan energi matahari. Kekuatan panas matahari semakin hari dan tahun sudah berubah tidak sepanas sebelumnya. Melalui teropong yang sangat canggih, sekarang bisa menyimpulkan tentang noda-noda titik hitam di matahari, ternyata noda-noda hitam itu adalah diantara unsur matahari yang sudah padam. Selanjutnya noda-noda hitam tersebut semakin tahun semakin bertambah banyak dan semakin suramlah matahari.

 Teori Oscillating


The Oscillating Universe Teori adalah sebuah model kosmologi yang menggabungkan letusan besar dan kegentingan besar sebagai bagian dari acara siklus. Artinya, jika teori ini berlaku, maka alam semesta di mana kita hidup ada di antara letusan besar dan kegentingan besar.

Seperti kita ketahui, dalam teori letusan besar, alam semesta diyakini berkembang dari entitas yang sangat panas, sangat padat, dan sangat kecil. Bahkan, jika kita menghitung mundur ke saat letusan besar, kita dapat mencapai titik singularitas ditandai dengan energi tak terbatas dan kepadatan tinggi, serta bervolume nol. Deskripsi ini hanya akan berarti satu hal - semua hukum fisika akan dilempar keluar dari jendela. Hal ini dimengerti dan diterima oleh fisikawan. Untuk membuat keadaan menjadi lebih buruk, beberapa kosmolog bahkan percaya bahwa alam semesta akhirnya akan mencapai titik maksimum ekspansi dan bahwa setelah ini terjadi, maka ia akan runtuh ke dalam dirinya sendiri. Hal ini pada dasarnya akan mengarah pada kondisi yang sama seperti ketika kita menghitung mundur ke saat letusan besar.

Untuk memperbaiki dilema ini, beberapa ilmuwan mengusulkan bahwa mungkin alam semesta tidak akan mencapai titik singularitas semua. Sebaliknya, karena kekuatan menjijikkan dibawa oleh efek kuantum gravitasi, alam semesta akan bangkit kembali ke yang berkembang. Sebuah ekspansi (letusan besar) setelah runtuhnya (kegentingan besar) seperti ini tepat disebut Big Bounce. Bounce menandai akhir dari alam semesta sebelumnya dan awal berikutnya.


1 comment:

Silahkan berkomentar !